Wy/id/Bukittinggi

From Wikimedia Incubator
< Wy‎ | idWy > id > Bukittinggi
Jump to navigation Jump to search

Bukittinggi adalah salah satu kota di Sumatera tepatnya di provinsi Sumatera Barat. Dengan wilayah seluas sekitar 25,24 km² dan didiami oleh lebih dari 100 ribu jiwa, Bukittingi merupakan kota terpadat di Sumatera Barat. Kota ini pernah menjadi ibu kota negara Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Terletak di ujung kaki Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, Bukittinggi memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah. Marapi dengan kepundannya yang aktif mengeluarkan asap menjulang di sebelah timur dan Singgalang ditemani Tandikat dengan puncaknya yang mencumbu awan di sebelah barat. Dataran tinggi Agam mengepung wilayah kota ini dan cabang-cabang Bukit Barisan melingkungi di sebelah utaranya. Berada pada ketinggian 909 sampai 941 meter di atas permukaan laut, Bukittinggi dibalut udara yang sejuk, bahkan cukup dingin pada malam hari.

Menuju kesini[edit]

Bukittinggi berlokasi sekitar dua jam perjalan darat dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang bila tidak ada kemacetan. Pada kondisi normal, dari bandara ke Kota Bukittinggi biasanya memakan waktu tempuh 2–3 jam. Namun, pada saat liburan khususnya lebaran dan akhir tahun bisa memakan waktu hingga 10 jam. Untuk menghindari kemacetan, Anda bisa memanfaatkan jalur alternatif Sicincin—Malalak. Meskipun belum selesai 100 persen, jalur tersebut sudah bisa dimanfaakan. Rute lain untuk menuju Bukittinggi bisa dimulai dari Pekanbaru, biasanya hanya memakan waktu antara 4–5 jam atau paling lama 10 jam pada saat musim liburan dan hampir tidak ada kemacetan yang berarti dan kondisi jalan cukup lancar. Namun, saat ini kondisi jalan pada saat memasuki provinsi Sumatera Barat rusak berat.

Bukittinggi merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera dan usahakan tidak datang pada akhir pekan atau pada saat libur nasional untuk menghindari kemacetan. Karena pada saat musim liburan mobil nyaris tidak dapat dipergunakan karena bisa dikatakan jalanan di Bukittinggi akan lumpuh total pada saat musim liburan khususnya selama musim libur Idul Fitri.

Menyewa mobil[edit]

Oleh penduduk lokal mobil sewaan biasanya disebut sebagai "Travel". Dengan rata-rata biaya untuk satu orang antara Rp30.000–Rp100.000 untuk sekali jalan. Mobil yang biasa digunakan sebagai "Travel" adalah Toyota Kijang Innova dan Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia.

Menggunakan taksi[edit]

Di Bandar Udara Internasional Minangkabau terdapat konter resmi taksi yang tersedia. Ini merupakan cara tercepat untuk mendapatkan taksi. Harganya adalah tetap dan tidak dapat ditawar. Perkiraan biaya taksi dari bandara ke Bukittinggi adalah Rp225.000 dengan separuhnya dibayar di muka dan sisanya dibayar pada saat sampai ditujuan kepada supir taksi.

Berkeliling[edit]

Bukittinggi merupakan kota kecil yang dapat Anda kelilingi dengan berjalan kaki. Akan tetapi, Anda juga dapat menggunakan angkutan kota yang biasa disebut "IKABE" oleh penduduk lokal. Selain itu, Anda dapat juga menaiki bendi (sejenis delman) atau menyewa mobil atau bus untuk berkeliling.

Tempat yang dikunjungi[edit]

Di kota[edit]

Bukittinggi adalah kota kecil yang dapat dikelilingi dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit hingga 30 menit berjalan).

  • Ngarai Sianok dan Lubang Jepang
Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Ada beberapa lokasi yang memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok, salah satunya di Taman Panorama. Di dalam Taman Panorama, terdapat bunker bawah tanah bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut dengan Lubang Jepang.
  • Tembok Gadang Koto Gadang
  • Jam Gadang
Jam Gadang merupakan pusat keramaian. Di sekitar menara jam ini terdapat taman yang cukup luas dengan pepohonan hijau rapi berderet dan diselingi beberapa pohon bunga. Di taman itu tersedia beberapa bangku yang bisa anda gunakan untuk sekadar bersantai atau beristirahat sejenak.
  • Rumah Bung Hatta
Bekas rumah wakil presiden pertama Republik Indonesia Muhammad Hatta.
  • Museum Rumah Adat Baanjuang
  • Benteng Fort de Kock

Penginapan[edit]

Saat ini di Bukittinggi telah terdapat sekitar 60 hotel dengan total 1.237 kamar dan 15 biro perjalanan. Hotel-hotel yang terdapat di Bukittinggi antara lain The Hills (sebelumnya Novotel), Hotel Pusako, dan baru-baru ini juga berdiri Hotel Grand Rocky.

Disarankan untuk memesan hotel terlebih dahulu beberapa bulan sebelumnya apabila ingin mengunjungi kota ini khususnya pada musim liburan karena rata-rata hotel di Bukittinggi akan penuh pada saat musim liburan dan setiap tahunnya banyak pengunjung yang datang khususnya setiap Idul Fitri tidak mendapatkan hotel.

Berikut adalah adalah beberapa hotel yang ada di Bukittinggi.

  • The Hills Bukittinggi Hotel and Convention Jl. Laras Dt Bandaro, ☎ (62-752) 35 000, fax: (62-752) 23 800. (Dekat dengan pusat kota dan dekat dengan Jam Gadang).
  • Hotel Pusako Jl. Sukarno Hatta 7, ☎ +62 751 22111. (Cukup jauh dari pusat kota dan berada di atas bukit).
  • Hotel Grand Rocky Jalan Yos Sudarso No.29, 26128 (Hotel bintang empat paling baru di Bukittinggi).

Oleh-oleh[edit]

Di Kota Bukittinggi, terdapat banyak kerajinan tangan, seperti sulaman dan berbagai ukiran yang dikerjakan secara tradisional.

Bukittinggi memiliki tiga pasar yang letaknya berdekatan dan memiliki nama yang sesuai letaknya, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng, dan Pasar Bawah. Pasar-pasar ini letaknya di pusat kota dan dekat dengan Jam Gadang. Pasar Bawah, sesuai dengan namanya, terletak paling bawah. Di pasar ini Anda akan disambut dengan beragam bumbu masakan Minangkabau, sayur, dan buah. Di Pasar Lereng, yang letaknya berada di kontur jalan yang miring seperti lereng, Anda akan menemukan banyak kaos-kaos yang bertuliskan Bukittinggi, gantungan kunci, dan miniatur Jam Gadang. Anda harus pintar-pintar menawar di Pasar Lereng. Selain itu, Anda juga bisa menikmati aneka jajanan khas Minangkabau, seperti dadiah, nasi kapau, dan keripik balado.

Di Pasar Atas, yang letaknya paling tinggi, Anda bisa menemukan aneka kain sulam khas Minangkabau dan kain songket berbagai motif di jejeran tokonya. Kisaran harganya mulai dari Rp250.000–700.000. Selain kerajinan tangan, banyak penjual yang menjajakan makanan kecil khas Minangkabau lainnya, seperti keripik sanjai (keripik singkong ala daerah Sanjai di Bukittinggi) yang terbuat dari singkong, kerupuk jangek yang dibuat dari bahan kulit sapi atau kerbau, dan karak kaliang, sejenis makanan kecil yang berbentuk seperti angka delapan.

Tempat makan[edit]

Bukittinggi seperti daerah lainnya di Sumatera Barat kaya akan makanan yang lezat dan penuh dengan bumbu dan rata-rata adalah makanan "Padang" yang biasanya telah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Selain itu Bukittinggi dikenal karena "Nasi Kapau" dan apabila anda sangat memperhatikan kebersihan jangan makan "Nasi Kapau" karena kebersihannya agak diragukan. Selain itu apabila ingin makan Nasi Kapau jangan makan ditempat karena porsinya bisa sangat sedikit dan harganya sangat mahal apalagi untuk turis dan sebaiknya minta lah penduduk lokal untuk membelinya dengan dibungkus karena porsinya agak banyak dan harganya jauh lebih murah. Sebagai perbandingan untuk turis mungkin bisa mencapai harga Rp 100.000 per porsi untuk makan ditempat akan tetapi apabila beli bungkus dan dibelikan oleh penduduk lokal harganya bisa turun hingga seperlimanya saja atau sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 saja.

  • Cafe Bedudal di Jalan Ahmad Yani atau Kampung Tionghoa menyediakan makanan barat dan biasanya menjadi tempat makan bagi para turis barat.

Tujuan berikutnya[edit]