Jump to content

Wn/id/Kritik pemain terhadap kondisi bola voli Indonesia, PBVSI siap evaluasi

From Wikimedia Incubator
< Wn‎ | id
Wn > id > Kritik pemain terhadap kondisi bola voli Indonesia, PBVSI siap evaluasi

2 Agustus 2023

Foto: Ilustrasi pertandingan Tim nasional bola voli putri Indonesia saat melawan Filipina pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2018 yang berlangsung di Jakarta, via Wikimedia Commons.

Pada tahun 2023, tim nasional bola voli putra dan putri Indonesia telah mengikuti beragam kompetisi internasional, baik tingkat Asia Tenggara maupun Asia. Ini menandai keikutsertaan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), federasi yang menaungi olahraga ini, dalam mengirimkan perwakilan pada ajang internasional setelah vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19. Per Juli 2023, tim nasional putri berhasil meraih tempat kedua pada ajang Piala Tantangan Bola Voli Putri Asia 2023 yang dilaksanakan di negara sendiri. Sementara, timnas putranya mampu mempertahankan medali emas Pesta Olahraga Asia Tenggara selama tiga edisi beruntun.

Namun demikian, beberapa pemain mengirimkan kritik pada federasi atas keikutsertaan timnas pada ajang internasional. Pada 30 Juli 2023, pemain timnas voli putra Indonesia Rivan Nurmulki mengunggah kritiknya melalui Cerita di akun Instagram miliknya yang berisikan kekecewaannya pada PBVSI yang jarang mengikutkan kedua tim tersebut di kompetisi internasional. Ia menilai, akar masalah tersebut adalah ketiadaan dana dari federasi, sehingga ia mengusulkan agar dapat mencari sponsor dalam mendanai keikutsertaan timnas di lebih banyak kompetisi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kedua Bidang Bina Prestasi Pengurus Pusat PBVSI Loury Maspaitella menilai ada beberapa keterbatasan di PBVSI dalam mengikuti sejumlah agenda. Namun, ia meyakinkan para pemain bahwa timnas mendapatkan kesempatan lebih banyak dalam mengikuti kompetisi internasional pada tahun 2023 bila dibandingkan dengan tahun lalu. Ia memastikan bahwa PBVSI tidak akan memberikan sanksi atas kritik yang disampaikan Rivan. Ia pun menerima masukan tersebut sebagai bahan lecut dalam evaluasi pengurus PBVSI.

Kritik atas PBVSI sendiri tidak hanya bersumber dari Rivan. Sebelumnya, tiga pemain timnas putri Indonesia juga memberi perhatian atas pengelolaan timnas. Libero timnas pada Pesta Olahraga Asia 2018 Berlian Marsheilla menyoroti sistem pembinaan pemain yang lambat dan kurang efektif apabila dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Sementara, kapten timnas voli putri pada Piala Tantangan Bola Voli Putri Asia 2023 Wilda Nurfadhilah menilai mepetnya jadwal pemusatan latihan yang diatur PBVSI sehingga tim ini tak mampu memberikan hasil maksimal pada ajang tersebut. Hal tersebut juga diamini pemain lainnya, Yolla Yuliana, yang menginginkan waktu pelatihan yang lebih intensif agar para pemain lebih mendapatkan chemistry di lapangan.


Sumber[edit | edit source]

Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."