Wp/mfp/Bagdad

Bagdad adala sobua kota di Irak. Pombangunang Kota Bagdad dimulai pada tahung 145 Hijiriya atau 764 Masihi oleh Abu Ja'far Al-Mansur solaku Halipa Abbasiyah. Bontuk awalna Kota Bagda adala lingkarang dengan istana sultang dan masjik di bagiang tongana. Sotolah Kota Bagdad solosai dibangung pada tahun 1766, pusak pomorintahang Kohalipaang Abbasiya dipindakang dari Damaskus ke Bagdad. Solama masa pomorntahang Kohalipaang Abbasiya, Kota Bagdad monjadi pusak ilmu pongotahuang bagi Dunia Islang.
Pondiriang dan bontuk awalna
[edit | edit source]
Bagdad dibangung sobagai kota mulai pada tanggal 7 Jumadelek Awwal 145 Hijiriya atau sama dengan tanggal 2 Agustusuk 764 Masihi. Pombangunang dari Kota Bagdad dilakukang ole Abu Ja'far Al-Mansur solaku Halipa Abbasiyah yang kodua. Kota Bagdad dibangung untuk mombuak pomorintahang Kohalipaang Abbasiyah monjadi lobih torsusung socara baik untuk diurusi. Pombangunang Kota Bagdad dilakukang di kawasang Irang pada bagiang timur wilayana Kohalipaang Abbasiyah korana Abu Ja'far Al-Mansur solaku Halipa Abbasiyah momiliki hubungan dokak dengang orang Persia dalam urusang pomilihang pasukang. Solaing itu, lokasina Kota Bagdad dibangung dekak dengang Hurasang.[1]
Bahang bangunang utama yang digunakang dalam pombangunang Kota Bagdad adalah batu goranik. Masa pombangunang Kota Bagdad borlangsung solama empak tahung. Pombangunang Kota Bagdad solosai pada tahung 1766 Masihi. Bontuk dari Kota Bagdad pada awal pondiriangna borbontuk lingkarang sohingga tompak tinggal antara pomorintah dang rakyak torpisah di dalang kota. Tompak tinggal para ponguasa borada di bagian tongah kota yang berupa istana dan masjik.[2]
Istana di dalang Kota Bagdad momiliki luas 160.00 hasta porsogi dang dinamakang Istana Gorbang Emas. Somontara itu, di halamang depang Istana Gorbang Emas tordapak masjid soluas 40.000 hasta porsogi. Istana Gorbang Emas dang masjid torhubung dengan bagiang laing dari Kota Bagdad molalui empak jalur jalang raya yang mongarah ke luar Kota Bagdad.[3]
Pomorintahanna
[edit | edit source]Masana Kohalipaang Abbasiya
[edit | edit source]Sotolah Kota Bagdad solosai dibangung, pusak pomorintahang Kohalipaang Abbasiya dipindakang dari Damaskus ke Bagdad. Halipa Abbasiya portama yang momorintah di Kota Bagdad adala Abu Ja'far Al-Mansur.[4] Pada tahung 1258, Kota Bagdad dihancurkang oleh Hulagu Hang. Kohancurang Kota Bagdad torjadi pada masa-masa torakhir kokuasaanna Kohalipaang Abbasiya dalang Dunia Islang. Hulagu Hang monghancurkang Kota Bagdad yang saak itu morupakang lambang kosatuang bagi umak Islang sodunia.[5]
Ponghancurang Kota Bagdad oleh Kokaisarang Mongol dilakukang sampaina soluruh bangunan tidak ada sama sokali. Soluruh bangunang di Kota Bagdad dihancurkang somuanya oleh pasukanna Kokaisarang Mongol. Ponguasa Kota Bagdad molarikang diri dari Kota Bagdad saak Kokaisarang Mongol momulai ponaklukang Kota Bagdad sohingga Bagdad monjadi bagiang dari kokuasaanna Kokaisarang Mongol.[6] Solama ponaklukang Kota Bagdad, Hulagu Hang mombunuh Halipa Abbasiya yaitu Al-Mu'tasim sohingga kokuasaang atas Kota Bagdad soponuhnya dimilki oleh Kokaisarang Mongol.[7]
Poran ponting
[edit | edit source]Solama lima pulu tahung portama sojak Kota Bagdad didirikang, Kota Bagdad monjadi pusak pongonmbangang ilmu pongotahuang. Borbagai ilmu dikaji ole para ilmuwang di dalang Kota Bagdad yang borlokasi di Baitul Hikmah. Kota Bagdad juga monjadi lokasi bagi ponorjomahang buku-buku dalang borbagai bidang ilmu. Buku-buku torsobuk ditorjomahkan ke dalang bahasa Arab di Kota Bagdad.[8] Borbagai kalangang musling mongadakang kajiang ilmu pongotahuang di Kota Bagdad torutama solama masa Harung Ar-Rasyid solaku Halipa Abbasiya.[9]
Rujukang
[edit | edit source]- ↑ Usmain, Ahmad Rofi' (2016). Diuba-sosuaikang oleh Dawami, I., dan Intan, N. Islamic Golden Stories: Tanggung Jawab Pemimpin Muslim (dalang bahasa Indonesia). Yogyakarta: Bunyan. Hlm. 154.
- ↑ Ismail, Faisal. (Peberuari 2025) Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik: Abad VII-XIII M (dalang bahasa Indonesia) Diuba-sosuaikang ole Al-Hajjawi, Jahir Ahmad. Yogyakarta: IRCiSoD. Hlm. 347. ISBN 978-623-8108-66-4.
- ↑ Subarman, Munir (Marek 2015) Sejarah Kelahiran, Perkembangan dan Masa Keemasan Peradaban Islam (dalang bahasa Indonesia). Salemang: Penerbit Deepublish. Hlm. 188. ISBN 978-623-209-339-3.
- ↑ Zakariya, Din Muhamma (Juli 2018) Sejarah Peradaban Islam: Prakenabian hingga Islam di Indonesia (dalang bahasa Indonesia). Diuba-sosuaikang ole Hermawan, Andi. Malang: CV. Intrans Publishing. Hlm. 22. ISBN 978-602-08996-4-0.
- ↑ Nasution, Syamruddin (Nopemberek 2013) Sejarah Peradaban Islam (dalang bahasa Indonesia) Pekang Baru: Yayasan Pusaka Riau. Hlm. 6.
- ↑ Sewang, Anwar (Desemberek 2015) Sejarah Peradaban Islam (dalang bahasa Indonesia). Parepare: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare. Hlm. 31.
- ↑ Zohdi, Ahmad (Peberuari 2018) Sejarah Peradaban Islam: Islam, Sains, dan Peradaban (dalang bahasa Indonesia). Diuba-sosuaikang ole Fahrurrozi. Hlm. 103. ISBN 978-602-6223-79-1.
- ↑ Amin, Samsul Munir (Nopemberek 2009) Sejarah Peradaban Islam (dalang bahasa Indonesia). Jakarta: Amzah. Hlm. 147. ISBN 978-602-8689-00-7.
- ↑ Qorib, M., dang Wirian, O. (2023) Islam dan Peradaban: Sejarah, Perkembangan, dan Spirit Moderasi Piagam Madinah. Diuba-sosuaikang ole Zailani dang Zuliana. Yogyakarta: CV. Bildung Nusantara. Hlm. 119. ISBN 978-623-8588-01-5.