Wp/jax/Infoglobal I-22 Sikatan

Infoglobal I-22 Sikatan adalah program pengembangan pesawat tempur multiperan generasi 4,5 Indonesia yang dijalanke oleh PT Infoglobal Teknologi Semesta. Pesawat tempur ini dirancang sebagai pesawat tempur ringan bermesin gande, berkursi gande, dengan avionik moden serta fitur berperforma tinggi, guno memenuhi peran penting sebagai sarano pelatihan penerbang moden melalu kinerja terbaiknyo. Mockup pesawat tempur ini jugo pernah dipertunjukkan di arena luar ruangan Indo Defence Expo & Forum 2022 di stan OD 60 yang diselenggaroke di JlExpo Kemayoran pado tanggal 2–5 November 2022.
I-22 Sikatan merupoke program pengembangan pesawat tempur keduo yang dilakuke oleh Indonesia. Sebelumnyo, Indonesia, lebih tepatnyo LAPAN pernah mengembangkan pesawat tempur multiperan siluman generasi limo yang diberi namo LAPAN Fighter Experimental (LFX) pado tahun 2012. Selanjutnyo, program tersebut dibekuke pado tahun 2013 hinggo kini tanpa ado kejelasan lanjutan.
Sistem Penamaan
[edit | edit source]Huruf “I” pado namo pesawat diambil dari namo perusahaan pembuatnyo, yaitu Infoglobal, sedangkan angka “22” menunjukkan tahun 2022, yaitu tahun di mano mock-up pesawat ini pertamo kali diperkenalkan pado acara Indo Defence Expo & Forum.
Namo Sikatan diambil dari namo salah satu spesies burung Sikatan yang tersebar di beberapo negaro Asia Tenggara. Burung ini dikenal dengan kelincahannyo dalam terbang. Pemberian namo Sikatan pado pesawat I-22 mengandung harapan bahwo di maso mendatang I-22 dapat terbang dengan lincah, sebagaimano burung Sikatan di alam liar
Awalan Huruf
[edit | edit source]Berbedo dengan Amerika Serikat dan Tiongkok yang sistem penamaan pesawatnyo menggunakan awalan huruf guno menunjukkan fungsi dari pesawat tersebut,[6][7] I-22 justru menggunakan namo perusahaan pembuatnyo sebagai awalan huruf. Sistem penamaan ini samo dengan yang digunoke oleh Rusia untuk pesawat-pesawat mereko.[8]
Sebagai contoh, huruf Su pado pesawat Su-57 menunjukkan namo perusahaan pembuat pesawat tersebut, yaitu Sukhoi. Hal ini berlakuke untuk hampir semuo pesawat Rusia,[8] seperti Tu untuk Tupolev, MiG untuk Mikoyan, Il untuk Ilyushin, dan masih banyak lagi. Hal ini berbedo dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, di mano huruf awalan menunjukkan fungsi pesawat tersebut, seperti F untuk Fighter, J untuk Jianjiji (pesawat tempur), B untuk Bomber, H untuk Hongzhaji (pesawat pengebom), dan lainnyo.[7]
Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwo seluruh pesawat tempur buatan Indonesia di maso mendatang akan menggunakan sistem penamaan tersebut, mengingat namo I-22 Sikatan bukan diberikan oleh pemerintah, melainkan oleh perusahaan Infoglobal itu sendiri.