Wn/id/TERBIT AGUSTUS, PRE-ORDER "KEKEKALAN LATEN FASISME" MULAI JULI

From Wikimedia Incubator
< Wn‎ | idWn > id > TERBIT AGUSTUS, PRE-ORDER "KEKEKALAN LATEN FASISME" MULAI JULI
Jump to navigation Jump to search

Jumat, 21 Juni 2019

Pada bulan Agustus akan terbit esai karya Rob Riemen, seorang filsuf asal Belanda yang merupakan pendiri Nexus Instituut. Esai yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Pionir Books ini berjudul 'Kekekalan Laten Fasisme' dan mengupas sejarah fasisme. Riemen menekankan: "Jangan mengukur fenomena fasisme kontemporer abad ini dari bagaimana itu semua dapat berakhir, namun ukur dari bagaimana semua itu dapat bermula."

Dari judul buku ini, apa yang pertama kali terpikirkan? Bahwa buku ini membahas sesuatu yang mengerikan? Fasisme? Filsafat? Justru sebaliknya, ini hanya sebuah buku yang layak dan patut untuk dibaca oleh setiap kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru atau pegawai bank - apa pun profesi Anda, buku ini akan menunjukan suatu ikatan dengan diri kita dan sekaligus mengupas fakta sejarah yang akan membuat kita bertanya, berpikir dan pada akhirnya: mewawas.

Riemen menulis: "Fasisme masa kini tersebut kembali, merupakan akibat dari partai politik yang memungkiri paham mereka sendiri, cendekiawan yang membudayakan nihilisme yang malas, perguruan tinggi yang tidak pantas menyandang predikat tersebut, ketamakan dunia usaha, dan media-massa yang lebih memilih menjadi pembicara perut alih-alih cerminan kritis bangsa."

Kita sebagai elemen masyarakat tidak dapat menghindar untuk turut memberikan andil terhadap hal-hal tersebut. Sekarang pertanyaannya, andil seperti apa yang ingin kita kontribusikan?

Buku ini menghantarkan kita, seluruh kalangan masyarakat Indonesia, untuk lebih memahami hal-hal krusial. Apakah Indonesia setelah 70 tahun merdeka, telah benar-benar bebas? Pendiktean setiap hari dalam sistem pendidikan, dengan tujuan nilai akademik dari ujian-ujian, yang jumlahnya tidak sedikit. Pada akhirnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas di lapangan adalah yang kreatif karena era masa kini dipenuhi dengan sejuta kompetisi. Nilai ujian diatas kertas memang baik, namun penerapan menjadi kendala, karena tidak dibudayakannya pemahaman. Sebesar apakah tantangan masyarakat Indonesia pada era globalisasi ini? Apa saja yang krusial?

Bersumber dari Pearson, artikel edudemic 'The Top Ten (And Counting) Education Systems in the World' menilai sistem pendidikan 40 negara. Berdasarkan data keterampilan membaca, matematika, ilmu serta nilai kelulusan. Hasil 10 urutan terbaik yang didapat adalah posisi pertama ditempati oleh Korea Selatan yang kemudian disusul oleh Jepang, Singapura, Hong Kong, Finlandia, UK, Kanada, Belanda, Irlandia dan Polandia. Sedangkan Indonesia 'kembali' menempati urutan terakhir pada posisi ke-40.

Kekekalan Laten Fasisme, kekebebasan hingga sistem pendidikan. Apa saja penjabaran dalam esai ini yang menghubungkan keduanya? Dapatkan jawabannya setelah buku ini terbit dan jadilah yang pertama karena dapat dipre-order secara online pada website Pionir Books dan mitra-mitra online dengan harga Rp 55.000 mulai bulan Juli.

Menjadi insan yang berpikir kritis seperti seorang filsuf, sekiranya itu yang dapat menjadi upaya awal kita untuk meningkatkan diri masing-masing, seorang insan Indonesia.

Membaca buku filsafat? Siapa takut!

Pionir Books merupakan penerbit yang mau berbagi kesukaan akan buku, berbagi gagasan, dan, yang terpenting, berbagi kesenangan membaca. Pionir Books berupaya merelevansi konteks Indonesia pada khususnya dan konteks zaman pada umumnya lewat judul-judul pilihan serta tidak terikat pada suatu genre tertentu.

Sumber[edit]

TERBIT AGUSTUS, PRE-ORDER "KEKEKALAN LATEN FASISME" MULAI JULI" |Bowo |Rima News |17 Juni 2015

Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."