Wn/id/Bahasa Palembang Mata Pelajaran Baru

From Wikimedia Incubator
< Wn‎ | id
Wn > id > Bahasa Palembang Mata Pelajaran Baru

Selasa, 23 Januari 2018

Menyiasati hilangnya bahasa daerah oleh era global, Pemerintah Kota Palembang akan menjadikan Bahasa Palembang masuk ke dalam kurikulum siswa mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Penerapan bahasa daerah asli Palembang ini masuk ke dalam Muatan Lokal (Mulok) di setiap tingkatan sekolah. Rembuk Guguk Palembang saat ini tengah memproses pembuatan kamus Bahasa Palembang oleh beberapa tim ahli.

Ketua Penasehat Rembuk Guguk Palembang Kiagus Ali Muddin Halim mengatakan, bahasa asli Palembang saat ini sudah mulai banyak terlupakan. Perkembangan zaman menjadibtantangan generasi masa kini. Sehingga mengusulkannya menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah dinilai akan menjadi solusi kedepan.

“Sudah ada para ahli yang sekarang sedang membuat Kamus Bahasa Palembang. Dalam waktu tiga bulan kedepan akan selesai. Kami mengharapkan Pemkot Palembang dapat mempertimbangkan, sebab penting melestarikan bahasa asli ini,” katanya usai pertemuan Rembuk Guguk Palembang dengan Pemerintah Kota Palembang, Selasa (23/1).

Ia menjelaskan, beberapa istilah dalam bahasa Palembang pun saat ini sudah banyak yang terlupakan dan sudah sangat jarang digunakan. Bahasa lama Palembang seperti Tembok, Langkat juga Pengkeng, hanya orang-orang tua asli Palembang saja yang kemungkinan masih memahami dan menggunakan.

“Sudah tidak semua orang menggunakan bahasa lama Palembang. Seperti Tembok itu adalah Gayung, Pangkeng itu tempat tidur untuk kamar pengantin. Itu salah satunya saja,” katanya.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, beberapa bulan kedepan pembuatan kamus akan selesai. Pemkot akan membagikan kamus ke setiap sekolah untuk tahap awal. “Pembuatan kamus Bahasa Palembang oleh Rembuk Guguk Palembang, ini menjadi kabar gembira untuk kita semua,” katanya.

“Dengan bahasa-bahasa yang kita tidak tahu bisa diangkat lagi agar semua orang tahu dan ingat. Bahasa Palembang itu unik, ini bahasa daerah kita, jadi harus dilestarikan,” katanya.

Tak hanya bahasa daerah yang akan digalakkan, tetapi juga seni menenun kain khas Palembang dan membuat makanan asli Palembang. Menurutnya, hal yang sangat miris jika anak muda zaman sekarang tidak tahu kekhasan daerahnya. Seperti membuat tenun, kain jumputan, songket, membuat pempek dan makanan Palembang lainnya.

“Kami minta juga setiap sekolah menerapkannya menjadi ekstrakurikuler di sekolah, ini akan kami koordinasikan dengan pihak sekolah,” ujarnya. #pit


Bookmark-new.svg

Sumber[edit | edit source]

Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."